PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT PADA BRI UNIT WONOSARI TAHUN 2018

Penulis

  • Setiya Adi Waluyo
  • Ranti Rwantia Pradasari
  • Mohamad Ilham

Abstrak

Salah satu kendala penyaluran kredit adalah persepsi masyarakat bahwa prosedur pinjaman kredit di bank cenderung sulit sehingga masih ada masyarakat yang pinjam ke rentenir. KUR muncul sebagai salah satu solusi yang ditawarkan Pemerintah Indonesia untuk turut membangun mensejahterakan rakyat untuk meningkatkan kemandirian dalam kelancaraan UMKM. Jenis  penelitian ini adalah penelitian terapan. Penelitian ini melakukan identifikasi secara umum, yaitu kesesuaian garis besar atau secara umum antara 4 (empat) pilar penerapan risiko kredit sesuai Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/SEOJK.03/2016 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. Penerapan oleh BRI Unit Wonosari terhadap  4 (empat) pilar penerapan risiko kredit tersebut yaitu  (1) Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris, (2) Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko serta Penetapan Limit Risiko, (3) Proses Identifikasi, Pengukuran,Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta Sistem Manajemen Risiko Kredit, (4) Sistem Pengendalian Internal. Hasil penelitian ini adalah (1) Bank BRI unit Wonosari melakukan berbagai usaha dalam hal pencegahan atau penanganan kredit macet yang salah satu penerapannya adalah 3R (Rescheduling, Reconditioning, Restructuring). (2) Sesuai dengan SEOJK No 34/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Resiko bagi Bank Umum yang terdiri dari 4 (empat) pilar risiko kredit, maka Bank BRI unit Wonosari telah menerapkan hal-hal tersebut sehingga resiko kredit macet dapat diminimalisir

Unduhan

Diterbitkan

2022-03-29

Terbitan

Bagian

Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat